Mengajar Sembari Menumbuhkan Minat Baca Anak
![]() |
| Damronih sedang mengajar Bahasa Arab. Foto.Dok Rumah Baca Akar |
Berbekal ilmu yang dipunya, pasangan suami isteri Endang Nurfitri Surbakti, S.Ag, 40 tahun dan Damronih, Lc, 45 tahun, mengajar anak-anak di kampungnya. Sedikitnya, ada 50 anak usia TK dan SD yang mereka ajari saban habis Magrib- di teras rumah mereka yang berukuran sekitar 200 meter persegi. Dan untuk semua kesibukan ini, tak ada biaya yang dipungut oleh pasangan suami isteri ini- semua keperluan keluar dari kantong mereka sendiri.
“Tidak hanya mengajar membaca iqra, juzamma dan Quran saja yang kami lakukan. Tapi kami juga mengajar bahasa Arab, tajwid, fiqih, tauhid, kaligrafi dan beberapa ilmu agama lainnya. Khusus Kamis malam kami membaca Yasin dan shalawat,” ujar Damronih yang sehari-hari menjadi guru honorer SMA untuk bidang studi Tafsir Alquran di Pondok Pesantren Darul Kholidin, Bogor. Damronih sendiri merupakan alumni Fakultas Syariah dari Damascus University di Syria.
![]() |
| Endang di tengah-tengah muridnya di Rumah Baca Akar Foto Dok IA SMPN6 90 |
Awal mula kegiatan mengajar ini kata Damronih, hanya diikuti beberapa keponakannya yang belajar mengaji Quran padanya. Tapi makin hari, makin banyak murid yang bergabung. Akhirnya, Damronih dan isterinya, Endang, berbagi peran. Damronih mengajar murid-murid pria dan Endang mengajar murid-murid perempuan. Endang tak kesulitan dalam melakukan tugas tambahan di rumahnya ini. Karena sehari-hari ibu dua anak ini juga menjadi guru agama Islam di SD Negeri 01 Gunung Sindur, Bogor.
“Kami senang bisa berbagi ilmu kami pada anak-anak di sekitar kampung ini. Apalagi banyak anak yatm dan anak putus sekolah. Saat ini, ada tujuh anak yatim yang ikut belajar dengan kami,” aku Endang yang merupakan alumni dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara.
Dunia Literasi
![]() |
| Anak-anak di Rumah Baca Akar. Foto.Dok IASMPN6 90 |
Dengan bertambahnya para anak murid, Endang dan Damronih mulai mengeluarkan buku-buku koleksi mereka. Jadilah ruang teras mereka tidak hanya menjadi ruang kelas pada malam hari. Sepanjang hari teras mereka menjadi perpustakaan terbuka buat siapa saja yang mau membaca.
“Tapi karena keterbatasan koleksi buku kami, tidak semua anak-anak dapat diakomodir keinginan membacanya. Maklumlah, buku-buku koleksi kami kebanyakan buku-buku untuk anak mahasiswa. Sebagian buku berbahasa arab pula,” katanya.
![]() |
| Ketua IA SMPN6 Medan Angkatan 90 Hamzah Lubis, menyerahkan secara simbolis Iqra dan Quran pada salah satu murid di Rumah Baca Akar, 13 Mei 2017 |
“Salah satu yang membantu kami Black House Library. Dari mereka kami mendapat beberapa jaringan. Seperti akhirnya ketemu dengan teman-teman dari alumni SMP Negeri 6 Medan angkatan 90 ini. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan kakak-kakak dan abang-abang asal SMP Negeri 6 Medan ini, sehingga terpenuhi sebagian kebutuhan kami seperti Iqra dan Quran juga buku bacaan anak-anak,” ujarnya.
Mereka juga mengucapkan terimakasih untuk bantuan sembako dan baju bekas layak pakai yang turut disumbangkan alumni SMP N 6 Medan angkatan 90. “Sembakonya akan menjadi bekal untuk kebutuhan pesantren kilat Ramadhan anak-anak nanti. Terimakasih.”
Mereka juga mengucapkan terimakasih untuk bantuan sembako dan baju bekas layak pakai yang turut disumbangkan alumni SMP N 6 Medan angkatan 90. “Sembakonya akan menjadi bekal untuk kebutuhan pesantren kilat Ramadhan anak-anak nanti. Terimakasih.”
![]() |
| Anak-anak Rumah Baca Akar. Foto Dok Rumah Baca Akar |
Impian Damronih dan Endang tak hanya sampai di situ saja. Mereka terus berusaha agar anak-anak yang mereka bina saat ini mendapat tambahan ilmu lebih banyak lagi.
“Untuk itu kami tak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Semoga nantinya bertambah banyak pihak yang mau membantu kami mewujudkan impian kami ini, agar anak-anak yang ada di sekitar kampung ini mendapat pengetahuan yang sama seperti anak-anak lain di luar sana, yang dimudahkan aksesnya pada dunia pendidikan,” harap mereka berdua.
Rumah Baca Akar Gunung Sindur terletak di, Kampung Cimangir RT001 RW005, Gunung Sindur, Bogor. Kawasan ini terletak sekitar 25 kilometer dari Kota Bogor.
![]() |
| Rumah Baca Akar Gunung Sindur di Kampung Cimangir RT001 RW005, Gunung Sindur, Bogor. Kawasan ini terletak sekitar 28 kilometer dari Kota Bogor. Foto.DOK IA SMPN6 90 |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar